Hellooooooww everyone! So in this blog, I'll tell you about "Konversi Sistem Bilangan" that i have already learned about a few weeks ago. Sooo, konversi sistem bilangan itu sendiri merupakan suatu proses untuk mengubah/mengonversi suatu bilangan dari sistem bilangan satu ke yang lainnya. Sistem bilangan sendiri adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu sistem fisik. Dalam dunia komputer, sistem bilangan terbagi menjadi 4, yaitu :
1. Sistem bilangan desimal, adalah bilangan yang paling umum atau paling sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Cara termudah untuk mengonversi suatu bilangan ke sistem bilangan biner ini adalah dengan membagi bilangan dengan 2 secara berulang, lalu catat sisa pembagiannya. Baca sisa pembagian dari bawah ke atas dan kalian akan mendapatkan bilangan binernya.
Contoh :
Konversi bilangan 25 ke biner
- 25 bagi 2 = 12 sisa 1
- 12 bagi 2 = 6 sisa 0
- 6 bagi 2 = 3 sisa 0
- 3 bagi 2 = 1 sisa 1
- 1 bagi 2 = 0 sisa 1
Penjelasan:
Sistem bilangan desimal adalah sistem yang paling sering kita pakai sehari-hari. Semua angka yang kamu lihat di uang, jam, atau nilai rapor — itu semua pakai sistem desimal.
Sistem ini punya basis 10, artinya ada 10 simbol angka, yaitu:
π 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9
Kalau angkanya lebih dari 9, kita mulai kombinasi dua digit (misalnya 10, 11, 12, dst).
2 Sistem oktal punya basis 8, jadi hanya menggunakan 8 angka, yaitu:
π 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
Sistem ini sering digunakan di dunia komputer untuk mewakili data biner (basis 2) supaya lebih ringkas.
Cara bacanya:
Setiap digit dalam angka oktal menunjukkan nilai berdasarkan pangkat 8.
Contoh:
Angka 125 (oktal) berarti:
(1 × 8²) + (2 × 8¹) + (5 × 8⁰)
= 64 + 16 + 5
= 85 (desimal)
Jadi, 125₈ = 85₁₀
Kalau kamu mau ubah dari desimal ke oktal, tinggal dibagi terus dengan 8, lalu ambil sisa pembagian dari bawah ke atas.
4. Sistem heksadesimal (sering disingkat hex) punya basis 16, artinya ada 16 simbol yang dipakai.
Karena angka cuma sampai 9, sisanya diganti huruf:
π 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F
Nilainya:
A = 10, B = 11, C = 12, D = 13, E = 14, F = 15
Contoh:
Angka 2A (heksadesimal) berarti:
(2 × 16¹) + (A × 16⁰)
= (2 × 16) + (10 × 1)
= 32 + 10
= 42 (desimal)
Jadi, 2A₁₆ = 42₁₀
Heksadesimal sering banget dipakai di pemrograman komputer, misalnya untuk menulis warna di HTML (#FF0000 untuk warna merah).
Mungkin kamu berpikir, “Kenapa sih harus ribet pakai angka lain, kan desimal aja cukup?”
Nah, jawabannya karena komputer cuma ngerti angka biner (0 dan 1). Tapi kalau pakai biner, angkanya bisa sangat panjang.
Contohnya:
Desimal 255 = Biner 11111111
Nah, kalau ditulis dalam heksadesimal cukup FF aja. Jadi jauh lebih singkat dan mudah dibaca!
| Sistem Bilangan | Basis | Simbol yang Dipakai | Contoh | Nilai Desimal |
|---|---|---|---|---|
| Desimal | 10 | 0–9 | 245 | 245 |
| Oktal | 8 | 0–7 | 125₈ | 85 |
| Heksadesimal | 16 | 0–9, A–F | 2A₁₆ | 42 |
Nah, sekarang kamu udah tahu perbedaan antara desimal, oktal, dan heksadesimal.
Ketiganya sebenarnya sama-sama sistem untuk menulis angka, cuma basisnya aja yang beda.
Kalau kamu nanti belajar tentang biner, kamu bakal makin paham gimana komputer bekerja “menghitung” pakai sistem-sistem ini.
Belajar sistem bilangan itu kayak belajar bahasa rahasia komputer — seru, kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar