Saint Mary's Way ini sendiri merupakan suatu kegiatan yang diadakan untuk mengajak anak-anak muda(yaitu anak kelas 9) untuk melakukan pelayanan guna meneladani teladan Bunda Maria. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir kurang lebih 1 bulan. Terdapat beberapa pilihan kegiatan yang dapat kami lakukan yaitu melayani di gereja, ikut membantu di panti asuhan ataupun wredha, dan sebagainya. Pada awalnya saya bergabung dengan kelompok yang akan melayani di Panti Werdha Nazareth. Saya telah mengikuti tahap perencanaan dan hanya tersisa tahap pelaksanaan. Namun, sayangnya saya tidak bisa mengikuti pelaksanaannya karena saya demam. Akhirnya, saya pun membantu di Daycare atau tempat penitipan anak di Komplek Sekolah Ahmad Yani.
SEE :
Saya dan teman-teman saya yang juga tidak bisa mengikuti tahapan pelaksanaan pun ditugaskan untuk membantu para guru di Daycare selama 3 hari. Pada awalnya, saya merasa canggung dengan anak-anak di tempat penitipan anak. Namun, ternyata tidak butuh waktu lama untuk berbaur dengan mereka. Selama 3 hari, terdapat banyak kegiatan yang kami lakukan. Di antaranya adalah menemani mereka untuk bermain, juga saat makan bersama. Banyak cerita-cerita menarik dari mereka. Di usia mereka yang masih dalam pertumbuhan, terkadang membuatku kewalahan dengan seberapa aktifnya mereka. Temanku yang laki-laki membantu para guru di dapur sedangkan aku da Vidy menemani anak-anak untuk bermain dan juga makan. Walau mereka masih kecil-kecil, mereka sudah bisa makan sendiri dan juga mencuci piring makan mereka sendiri. Mereka juga selalu berbaris dengan rapih dan tertib saat ingin mengambil makanan. Pada awalnya, rasa lelah belum terasa namun pada hari ke-3, rasa lelah mulai terasa. Walau begitu, banyak pengalaman tak terlupakan bersama mereka. Celotehan-celotehan dari mereka menjadi hiburan tersendiri bagiku.
JUDGE :
Dari pengalaman ini saya merasakan bahwa Tuhan telah memanggil saya untuk melakukan pelayanan ini. Seperti pada ayat 1 Petrus 4:10 yang menyebutkan “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Pelayanan yang telah saya lakukan berupa membantu para guru sendiri telah menjadi perwujudan nyata dari ayat tersebut. Dari pelayanan ini, saya belajar untuk lebih sabar dalam menghadapi anak-anak.ACT :
Dari kegiatan pelayanan ini, saya pun berkomitmen untuk bersikap baik pada siapapun yang saya temui. Memang mungkin terasa sulit, namun rasanya semua orang berhak mendapatkan kasih Tuhan secara nyata dalam hidup mereka. Dan tentunya, kita dapat menyalurkan kasih Tuhan dengan tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, marilah mulai hari ini kita melayani sesama kita tanpa memandang latar belakang mereka.
Maka dari itu, marilah mulai hari ini kita melayani sesama kita tanpa memandang latar belakang mereka. Kita dapat memulai dengan hal-hal kecil, seperti memberikan senyuman, membantu orang lain, atau hanya dengan mendengarkan cerita mereka. Setiap tindakan kecil kita dapat membuat perbedaan besar dalam hidup orang lain.
Saya berharap bahwa pengalaman saya ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan pelayanan dan melayani sesama kita. Kita semua memiliki karunia dan kemampuan yang unik, dan kita harus menggunakan karunia tersebut untuk membuat perbedaan dalam hidup orang lain.
Dalam pelayanan ini, saya juga belajar tentang pentingnya kerja sama dan tim. Kami bekerja sama sebagai tim untuk memastikan bahwa anak-anak di Daycare mendapatkan perawatan dan pendidikan yang terbaik. Kami berbagi tugas dan tanggung jawab, dan kami saling mendukung satu sama lain.
Saya juga belajar tentang pentingnya komunikasi yang efektif. Kami harus dapat berkomunikasi dengan anak-anak, orang tua, dan guru-guru dengan cara yang efektif dan sopan. Kami harus dapat memahami kebutuhan dan keinginan mereka, dan kami harus dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan akurat. Saat mengasuh, sempat terjadi kesalahpahaman antara aku dan Kenneth hingga membuat dia menangis. Dari kejadian tersebut, aku menyadari bahwa anak-anak belum tentu bisa mengerti secara penuh tentang apa yang kita bicarakan. Untungnya, Kenneth dapat ditenangkan sehingga aku bisa bermain dengannya lagi. Membagi perhatian terhadap anak-anak tersebut juga butuh keterampilan agar tidak ada yang terabaikan.
Pelayanan di Daycare telah menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya telah belajar banyak hal dan saya merasa mengembangkan pribadi saya yang lebih baik. Saya berharap bahwa pengalaman saya ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan pelayanan dan melayani sesama kita. Kita semua memiliki karunia dan kemampuan yang unik, dan kita harus menggunakan karunia tersebut untuk membantu dan hadir sebagai berkat dalam hidup orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar